Follow Us

Headline

Kategori

Agama Islam (2) Bahasa Indonesia (25) Debian (2) Fisika (1) Geografi (3) IPA (6) IPS (5) Kumpulan Contoh (15) KWU (2) Makalah (5) Materi TKJ (39) Mikrotik (4) Pemrograman Web (1) Penjas (2) PKN (7) Puisi (12) Seni Budaya (11) Tutorial (13)

Berita Terbaru

Berita Utama

Bola

Berita Pilihan

ShowBiz

Bisnis

Asian Games 2018

CPNS 2018

Liputan9

Liputan9
Liputan9

Advertisement

Masukkan iklan banner 300 X 600px di sini

Advertisement

Masukkan iklan banner 300 X 250px di sini

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 Lengkap

Siapa di antara kalian yang masih belum mengerti tentang cara konfigurasi DNS Server Debian? Buat kalian yang masih bingung cara konfigurasinya kalian bisa ikuti langkah" di bawah ini, sebelum kita masuk ke pembahasan lebih baik kita cari tau terlebih dahulu tentang Pengertian DNS dan Sejarah singkatnya.

Pengertian DNS

DNS  (Domain Name System,  bahasa  Indonesia:  Sistem Penamaan Domain)  adalah sebuah sistem  yang  menyimpan  informasi  tentang  nama  host  maupun  nama  domain dalam  bentuk  basis   data  tersebar  (distributed  database)  di  dalam  jaringan komputer,  misalkan:  Internet.  DNS  menyediakan  alamat  IP  untuk  setiap  nama  host dan  mendata  setiap  server  transmisi  surat  (mail   exchange  server)  yang  menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. DNS  menyediakan  servis  yang  cukup  penting  untuk  Internet,  bilamana  perangkat keras  komputer  dan  jaringan  bekerja dengan  alamat  IP  untuk  mengerjakan  tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia  pada umumnya lebih memilih untuk  menggunakan  nama  host  dan  nama  domain,  contohnya  adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sejarah singkat DNS

Penggunaan  nama  sebagai  pengabstraksi  alamat  mesin  di  sebuah  jaringan  komputer yang lebih  dikenal  oleh  manusia  mengalahkan  TCP/IP,  dan  kembali  ke  zaman ARPAnet.  Dahulu,  setiap komputer  di  jaringan  komputer  menggunakan  file HOSTS.TXT  dari  SRI  (sekarang  SIR  International),  yang  memetakan  sebuah alamat  ke  sebuah  nama  (secara  teknis,  file  ini  masih  ada sebagian  besar  sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat  Hosts  file  untuk  menyamakan  sebuah nama  host  menjadi  sebuah  alamat  IP sebelum  melakukan  pencarian  via  DNS).  Namun,  sistem  tersebut  diatas  mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer  berubah,  setiap  sistem yang  hendak  berhubungan  dengan  komputer tersebut harus melakukan update terhadap file

Host

Dengan  berkembangnya  jaringan  komputer,  membutuhkan  sistem  yang  bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubahan tersebut secara dinamis. Inilah DNS. Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.  

Teori bekerja DNS 

Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen: 
  1. DNS  resolver,  sebuah  program  klien  yang  berjalan  di  komputer  pengguna,  yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
  2. Recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari  resolver,  dan  mengembalikan  jawaban  kepada  para  resolver tersebut;
  3. Authoritative DNS server  yang  memberikan  jawaban  terhadap  permintaan  dari recursor, baik  dalam  bentuk  sebuah  jawaban,  maupun  dalam  bentuk  delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)

Pengertian Beberapa Bagian Dari Nama Domain

Sebuah  nama  domain  biasanya  terdiri  dari  dua  bagian  atau  lebih  (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. Label  paling  kanan  menyatakan  top-level  domain  -  domain  tingkat  atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org). Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain  yang  lebih  tinggi.  Catatan:  "subdomain" menyatakan  ketergantungan relatif,  bukan  absolut. Contoh:  wikipedia.org  merupakan  subdomain  dari  domain org,  dan  id.wikipedia.org  dapat membentuk  subdomain  dari  domain  wikipedia.org (pada  prakteknya,  id.wikipedia.org  sesungguhnya  mewakili  sebuah  nama  host  - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama  domain  tidak  melebihi  panjang  255  karakter.  Tetapi  secara  praktek, beberapa  pendaftar  nama  domain  (domain  name  registry)  memiliki  batas  yang lebih sedikit.

Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host "www".

Ok sudah paham kan, sekarang kita lanjut ke konfigurasinya. Ok, cekidot.

Langkah Konfigurasi DNS Server di Debian 8

Masukkan CD Debian 8 (DVD1), kemudian ketikkan pertintah
Selanjutnya edit file named.conf dengan perintah :
Selanjutnya tambahkan dibagian bawah Include "/etc/bind/named.conf-default-zones"; seperti dibawah ini :
Selanjutnya salin database local ke database haikars dan database 127 ke database 172 seperti dibawah ini :
Selanjutnya edit database haikars dengan perintah :
Selanjutnya ubahlah menjadi seperti ini :
Selanjutnya edit database 172 dengan perintah :
Kemudian ubahlah menjadi seperti ini:
Kemudian edit file resolv.conf dengan perintah :
Tambahkan seperti dibawah ini :
Selanjutnya restart service DNS Server dengan perintah :
Untuk pengecekan di Debian ketikkan perintah nslookup (domain) seperti dibawah ini :
Untuk pengecekan di komputer client silahkan kalian seting IP Addres komputer dan arahkan DNS Server ke Debian 8, lihat contoh :
Kemudian buka command prompt, ketikkan nslookup (domain) seperti contoh :
Nah demikianlah cara konfigurasi DNS Server Debian 8 Lengkap dengan gambarnya semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua. Jika ada yang bingung kalian bisa tanyakan di kolom komentar di bawah ini.

Hosting Unlimited Indonesia
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Thanks our comment...

Advertisement

Hosting Unlimited Indonesia