Follow Us

Headline

Kategori

Agama Islam (2) Bahasa Indonesia (25) Debian (2) Fisika (1) Geografi (3) IPA (6) IPS (5) Kumpulan Contoh (15) KWU (2) Makalah (5) Materi TKJ (39) Mikrotik (4) Pemrograman Web (1) Penjas (2) PKN (7) Puisi (12) Seni Budaya (11) Tutorial (13)

Berita Terbaru

Berita Utama

Bola

Berita Pilihan

ShowBiz

Bisnis

Asian Games 2018

CPNS 2018

Liputan9

Liputan9
Liputan9

Advertisement

Masukkan iklan banner 300 X 600px di sini

Advertisement

Masukkan iklan banner 300 X 250px di sini

Total Pageviews

Pengertian Puisi, Unsur-unsur Puisi Materi Lengkap

Pengertian Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra lain seperti prosa dan drama. Puisi terikat oleh baris dalam tiap bait, banyak kata atau suku kata dalam setiap baris, rima, dan irama. Bahkan pada jenis puisi tertentu ada keterikatan
pada persajakan seperti, a,a,a,a atau a,b,a,b, misalnya pantun dan syair. Puisi dengan persyaratan seperti di atas merupakan bentuk puisi lama.

2.      Hakikat Puisi
Puisi dalam pengertian modern adalah puisi yang bebas. Puisi merupakan aktualisasi ekspresi dan ungkapan jiwa penulisnya. Setidaknya ada tiga aspek yang perlu  diperhatikan untuk memahami hakikat puisi.
a.       Sifat atau Fungsi Seni
Sebagai karya sastra, di dalam puisi harus terdapat unsur estetika atau keindahan. Unsur ini dapat dibangun dengan pemanfaatan gaya bahasa. Gaya bahasa meliputi semua penggunaan bahasa secara khusus untuk mendapatkan efek tertentu seperti, bunyi, kata, dan kalimat.
b.      Kepadatan
Di dalam puisi, ungkapan yang ingin disampaikan tidak semuanya diuraikan. Puisi hanya mengungkapkan inti masalah, peristiwa, atau cerita. Puisi hanya  engungkapkan esensi atau sari pati sesuatu. Maka, untuk menulis puisi, penyair harus pandai memilih kata yang akurat. Terkadang sebuah kata diambil bentuk
dasarnya saja dan hubungan antar-kalimat terjadi secara implisit, bahkan kata-kata yang tak perlu dapat dihilangkan. Yang terpenting adalah setiap unsur di dalam puisi memiliki keterikatan dan keterpaduan makna. Maka, salah satu cara untuk
mengungkapkan kandungan isi dalam puisi ialah membuat parafrasa puisi menjadi prosa dengan menyempurnakan kalimat atau memberikan pengertian pada kata-katanya agar menjadi jelas atau lugas.
c.       Ekspresi Tidak Langsung
Di dalam puisi, juga penyair dapat menggunakan idiom, pepatah, majas, atau peribahasa dalam mengungkapkan sesuatu secara implisit. Ini dilakukan agar puisi memiliki cita rasa tersendiri dengan penggunaan kata berjiwa atau stilistika sehingga pembaca atau pendengar memiliki rasa ingin tahu kandungan makna yang tersembunyi dalam sebuah puisi atau hal yang sesungguhnya ingin diungkapkan penyair lewat puisinya. Dalam pandangan awam puisi memang harus mengandung daya tarik atau kemisterian. Seorang kritikus sastra mengatakan puisi bukanlah susunan katakata yang membentuk baris dan bait melainkan sesuatu yang terkandung di dalam kata, baris, dan bait itu.

3.      Unsur-Unsur di dalam Puisi
Selain memiliki unsur-unsur yang tampak seperti diksi (penggunaan ungkapan, majas, peribahasa), tipografi (pola susunan puisi seperti larik, bait) dan rima/ritme (persamaan bunyi), puisi juga memiliki unsur batin. Unsur batin di dalam puisi meliputi: tema, rasa (feeling), nada ,dan amanat.
a.       Tema
Tema adalah landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi.
b.      Perasaan /Rasa
Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisinya.
c.       Nada dan Suasana
Nada adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca.
d.      Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.


Sumber: Buku Bahasa Indonesia SMK Kelas XII

Hosting Unlimited Indonesia
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Thanks our comment...

Advertisement

Hosting Unlimited Indonesia